Tugas ke-4 softskill

Tugas ke-3
Kelas: 3ID03
Anggota Kelompok:
Cipta Putra Pratama/ 31411666
Dede Rahmat Paradise/ 31411796
Indra Bagus Pratama/ 33411586 



PENCEMARAN LIMBAH MERKURI DI ACEH 
OLEH PT EXXON MOBILE 


revo4me.wordpress.com 

PT Exxon Mobile merupakan perusahaan tambang emas asal Amerika Serikat, yang bergerak dibidang pertambangan. Baik dalam bidang minyak bumi dan gas, maupun emas. PT Exxon Mobile melakukan penambangan Dipropinsi Aceh bagian utara. Penambangan PT Exxon Mobile melakukan penambangan di daerah tersebut sejak tahun 1997 sampai dengan sekarang. 
Aceh, PT Exxon Mobile,Merkuri, Minamata, Indonesia
bandaaceh.bpk.go.id
Tanggal 09 Oktober 2010, diakbarkan dari berita online bahwa PT Exxon Mobile membuang limbah merkuri (Hg) atau biasa disebut logam raksa ke dalam suangai dan sawah di Derah Cluster I Syamtalira Aron, di Desa Hueng, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara. Logam raksa yang dibuang oleh perusahaan tersebut menyebabkan areal sawah warga rusak dan sungai tercemar. Air sungai yang digunakan warga untuk mandi dan mencuci, mebuat warga sekitar menjadi gatal-gatal, dan membuat banyak ikan yang mati. 
Kejadian itu berawal pada saat hujan besar, yang menyebabkan penampungan air di dalam Cluster I meluap. Kemudian penutup dibuka oleh petugas Exxon, sehingga air limbah mengalir ke sungai dan sawah warga. Kawasan yang tercemar limbah tidak haya di Daerah Aceh Utara, tetapi juga di Daerah Kabupaten Aceh Selatan pun terkena. Akibat pembuangan limbah tersebut, warga dikawasan tersebut menuntut pihak PT Exxon Mobile menghentikan pembuangan limbah tersebut. 
Sebelum kejadian ini, PT Exxon Mobile pernah mengalami masalah tentang limbah merkuri pada tahun 2010. Pada tahun 2010, menurut alanilisis laboratorium Pusat Pengendalian Dampak Lingkungan menyatakan, bahwa dua sampel tanah dari areal utama (bekas gudang dan bengkel) menunjukan kandungan merkuri mencapai 303.379 miligram per kilogram dan 43.030 miligram per kilogram tanah. KLH juga mengambil sampel tanah sekitar 15 meter dari areal utama, yang ternyata mengandung merkuri 88 miligram per kilogram tanah. Sementara sampel tanah sekitar 25 meter dari area utama mengandung 21 miligram per kilogram tanah. 
Menurut Permen LH No 18/2009 tentang Tata Cara Perizinan Pengolahan Limbah B3 pasal 2 ayat (2) disebutkan, penghasil limbah B3 tidak dapat melakukan kegiatan penggumpalan limbah B3 sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1) huruf c. Berdasarkan pernyataan tersebut, PT Exxon Mobile sebagai penghasil limbah tidak dapat mengelola limbah merkurinya sendiri, tetapi harus menyerahkan kepada pihak lain. 
Merkuri memiliki simbol kimia Hg yang merupakan singkatan dari bahasa Yunani Hydrargyrum, yang berarti cairan perak. Merkuri merupakan satu-satunya logam yang berbentuk cair dalam temperatur kamar (250C), titik bekunya paling rendah (-390C), berwarna abu-abu, tidak berbau, mempunyai kecenderungan lebih besar bercampur dengan logam lain menjadi logam campuran. Kegunaan dari merkuri adalah untuk memisahkan butiran emas dari tanah, pasir atau bebatuan. 
www.anakunhas.com
Merkuri merupakan unsure logam berat yang memiliki racun peringkat satu dibandingkan logam lainnya. Merkuri yang masuk kedalam tubuh walaupun sedikit atau berada diambang batas toleransi dapat membahayakan kesehatan. Efek dari merkuri dapat merusak otak, gagap bicara, hilangnya kesadaran, sulit tidur, kaki dan tangan terasa dingin, gangguan penciuman, bayi-bayi yang lahir cacat hingga menyebabkan kematian. Penyakit tersebut dikenal sebagai Minamata Disease (Penyakit Minamata). Dampak dari bahaya merkuri yang masuk dapat terlihat terhadap tubuh lima sampai dengan duapuluh tahun mendatang. Penyakit ini tidak hanya dapat menyerang manusia, tetapi juga dapat menyerang hewan. Merkuri dapat masuk kedalam tubuh dari menghirup udara yang terkontaminasi merkuri atau memakan makanan yang telah tercemar merkuri.
Sumber:
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati
Reactions: 

Leave a comment